Postingan

Terjebak Permainan Master di Puncak Gunung

Chapter 1: Jalur Sunyi Gunung Argopuro Langkah kaki menapak berat di atas tanah basah berkabut. Gemerisik dedaunan kering yang terinjak sepatu hiking menjadi satu-satunya irama yang memecah keheningan hutan cemara. Udara pegunungan siang itu terasa semakin menggigit, menusuk hingga ke balik jaket tebal yang dikenakan Kevin. "Bara, masih jauh tidak lokasi camp -nya? Kaki gue rasanya sudah mau copot," keluh Kevin sambil mengusap keringat di dahinya. Ransel berukuran 60 liter di punggungnya terasa makin menekan bahu. Bara, yang berjalan paling depan sebagai penunjuk jalan, menghentikan langkahnya sejenak. Pria bertubuh tegap itu menoleh ke belakang, menyipitkan mata menatap Kevin, lalu mengalihkan pandangan ke arah Dion yang berjalan agak terseok di barisan paling belakang. Senyum tipis mengembang di sudut bibir Bara—senyum yang penuh arti, namun luput dari perhatian kedua temannya. "Dikit lagi. Sekitar dua puluh menit berjalan ke arah lembah di sebelah kiri," jawab B...

Permainan di Balik Topeng Master

 Episode 1: Tamu Tak Diundang di Sanctum Bara Gue narik napas panjang sebelum muter kunci pintu apartemen mewah di kawasan SCBD ini. Unit ini bukan punya gue. Ini punya Master Bara —satu-satunya orang yang bikin bulu kuduk gue merinding sekaligus bikin adrenalin gue meledak cuma dengan satu tatapan. Di belakang gue, Darren jalan pelan. Langkah kakinya kedengeran ragu. Dosen muda yang biasanya sok tahu di depan kelas itu sekarang cuma bisa nunduk, tangannya gemetar tipis nenteng tas berisi perlengkapan yang udah gue suruh bawa. Dia pikir malam ini adalah sesi privat antara gue, Masternya, dan dia, budak kesayangan gue. "Masuk, Darren. Jangan bikin gue nunggu," suara gue datar, tapi dingin. Darren masuk ke dalem ruangan yang minim cahaya. Wangi aromaterapi kayu cendana campur bau kulit ( leather ) langsung nyergap indra penciuman. Ruangannya luas, tapi kerasa mencekam karena hampir semua furniturnya berwarna gelap. "M-master Dio... ini tempat siapa?" bisik Darren. Sua...

DI BAWAH KAWALANKU

DISCLAIMER: Cerita ini adalah fiksi dewasa bertema BDSM dan TPE. Semua adegan dilakukan oleh tokoh dewasa secara sadar dan atas dasar konsen. Tidak untuk ditiru tanpa pemahaman tentang batas aman dan prinsip BDSM yang bertanggung jawab. Cerita tidak mewakili praktik kekerasan atau paksaan dalam dunia nyata. CHAPTER 1: Kedatangan Sang Polisi Hari itu, udara Jakarta terasa lebih panas dari biasanya. Gedung tempat Bryan bekerja, sebuah bank swasta besar, seperti biasa ramai oleh pegawai, nasabah, dan staf pengamanan. Bryan, satpam senior di sana, berdiri tegap di sisi lobi. Seragamnya rapi, rambut disisir licin ke belakang, dan matanya waspada seperti elang. Tapi bukan hanya untuk keamanan bank—melainkan untuk sesuatu yang jauh lebih pribadi. Lelaki itu datang lagi. Andrew Saputra. Perwira polisi berpangkat komisaris. Wajahnya keras, tegas, dan cara berjalannya memancarkan aura komando. Dia bukan orang sembarangan. Setiap minggu, ia datang untuk koordinasi antarinstansi—entah soal pen...